Cinta bagaikan sebilah mata pedang yang bisa jadi pertahanan tapi terkadang berubah jadi bumerang perang yang bisa membunuh dengan sekejap mata
Cinta bila tidak diawali dengan C maka tak akan pernah ada rasa Cemburu, bila tak ada I maka cinta itu tak akan pernah terasa Indah, dan keterlibatan N membuat pemainnya merasa Nyaman begitu pun dengan T yang setiap hari membuat pemain cinta Tersenyum bahagia dan inilah akhir dari kisah masa cinta yang pada akhirnya akan berujung Abadi
Sabtu, 22 Desember 2012
Jumat, 21 Desember 2012
KASIH
Seuntai kata terungkap dari jiwa
Seluas senyum taburkan pesona
Aku alunkan nada tapi tak bersuara
Hanya lewat tulisan aku ukirkan kata-kata
Selembut tanganmu dengan kain sutra
Seelok matamu mendebarkan pesona
Engkau senyum bagaikan bidadari
Menghangatkan setiap suasanaku
Engkau pergi secepat kilat
Bagai angin menghembus daun
Bagai api membakar kertas
Engkau bunuh jiwa dan persaanku
Kasih.............
Dapatkah engkau kembali
Menghangatkan seluruh jiwa ini
Kasih............
Mungkinkah engkau kan datang
Menghapus semua kesunyian hati ini
Tuhan.............
Andai dapat aku memohon
Kembalikanlah dia untukku
Dan buatlah hari-hariku seperti alunan lagu
Tanpa sepi dan sunyi dalam diri ini
Seluas senyum taburkan pesona
Aku alunkan nada tapi tak bersuara
Hanya lewat tulisan aku ukirkan kata-kata
Selembut tanganmu dengan kain sutra
Seelok matamu mendebarkan pesona
Engkau senyum bagaikan bidadari
Menghangatkan setiap suasanaku
Engkau pergi secepat kilat
Bagai angin menghembus daun
Bagai api membakar kertas
Engkau bunuh jiwa dan persaanku
Kasih.............
Dapatkah engkau kembali
Menghangatkan seluruh jiwa ini
Kasih............
Mungkinkah engkau kan datang
Menghapus semua kesunyian hati ini
Tuhan.............
Andai dapat aku memohon
Kembalikanlah dia untukku
Dan buatlah hari-hariku seperti alunan lagu
Tanpa sepi dan sunyi dalam diri ini
Kamis, 20 Desember 2012
dirimu
Telah begitu lama aku menunggu
Akhirnya aku tau apa maumu
Sekian lama Engkau bersembunyi dariku
Kini engkau datang dengan cerita baru
Seakan engkau tak pernah mengenalku
Engkau pergi dengan manja dihadapku
Seakan engkau tak melihatku
Engkau berjalan bersamanya dengan lugu
Aku anggap apa perasaan ini
Aku menatapmu tak mampu
Terlalu sakit untukku lihat
Terlalu perih untukku tatap
Engkau anggap apa diriku ini
Hingga dengan senang engkau berdua dengannya
Engkau pikir aku angin berlalu.......?
Hingga engkau tak pernah perdulikan Aku
Begitu mudahkah engkau buang rasamu
Dan engkau ganti dengan yang baru
Segampang itukah engkau melupakan janjimu
Hingga engkau anggap aku sampah dihadapmu
Akhirnya aku tau apa maumu
Sekian lama Engkau bersembunyi dariku
Kini engkau datang dengan cerita baru
Seakan engkau tak pernah mengenalku
Engkau pergi dengan manja dihadapku
Seakan engkau tak melihatku
Engkau berjalan bersamanya dengan lugu
Aku anggap apa perasaan ini
Aku menatapmu tak mampu
Terlalu sakit untukku lihat
Terlalu perih untukku tatap
Engkau anggap apa diriku ini
Hingga dengan senang engkau berdua dengannya
Engkau pikir aku angin berlalu.......?
Hingga engkau tak pernah perdulikan Aku
Begitu mudahkah engkau buang rasamu
Dan engkau ganti dengan yang baru
Segampang itukah engkau melupakan janjimu
Hingga engkau anggap aku sampah dihadapmu
Langganan:
Postingan (Atom)